Senin, Oktober 01, 2007

GSI: Program Microsoft untuk Memerangi Pembajakan Software

Sumber & Info Lengkap : CHIP

Tingkat pembajakan software yang masih tinggi membuat beberapa pihak, baik pemerintah maupun pelaku industri untuk membuat program-program khusus penangkal pembajakan. Sejak tahun 2002, pemerintah Indonesia sudah berusaha mengeluarkan undang-undang HKI no.19/2002. Undang-undang ini cukup bermanfaat bagi para pelaku industri, terutama software, yang produk-produknya sering menjadi objek pembajakan. Sementara dari pihak pelaku industri, sudah banyak program-program yang khusus dikeluarkan untuk menangkal kasus pembajakan.

Microsoft, salah satu pelaku indistri yang sering menjadi target para pembajak, pada pertengahan September lalu mengenalkan satu program untuk menangkal pembajakan. Setelah sukses dengan Software Asset Management (SAM), Microsoft memperkenalkan Genuine Software Initiative (GSI). GSI ini memiliki tiga pilar penting, yaitu Education, Engineering, dan Enforcement. GSI sebenarnya sudah ada sejak tahun 2006 lalu dan sudah berjalan di Indonesia sejak beberapa bulan lalu. Dengan ketiga pilar tersebut, Microsoft mengharapkan bisa memberikan pemahaman terhadap pentingnya penggunaan lisensi dari software-software asli. Dengan GSI, pengguna juga bisa mendapatkan keamanan yang penuh untuk produk-produk asli yang mereka beli.

Image

Keith Beeman: Menurutnya, GSI mampu meredam pembajakan yang ada di dunia, walau dengan tingkat penurunan yang masih terbilang kecil.

Acara yang digelar di kantor Microsoft, Gedung Bursa Efek jakarta ini menampilkan Keith Beeman, Direktur Senior Worldwide Anti-Piracy Microsoft Corporation. Menurut Keith Beeman, “Pemahaman masyarakat, penegakan hukum, dan kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri merupakan awal bagi semua investasi yang hasilnya akan kembali ke Indonesia”. Dalam pemaparannya, Keith juga menunjukkan contoh-contoh produk Microsoft yang dibajak. Produk palsu tersebut memiliki desain CD dan kemasan yang sangat mirip dengan produk aslinya. Masih banyak pengguna calon pengguna software asli yang tertipu dengan produk aspal tersebut. Namun, menurut Keith ada beberapa ciri yang bisa dilihat oleh pengguna terhadap produk aspal tersebut, seperti warna kemasan yang lebih kusam, cetakan tulisan yang tidak rata, sampai penawaran harga yang jauh di bawah harga resmi Microsoft. Pengaruh GSI untuk menangkal pembajakan memang berjalan sangat perla¬han. Namun, dengan GSI, perlahan tapi pasti tingkat pembajakan sudah mulai menurun walaupun dengan nilai persentase yang kecil.

Author: Desmal Andi
Source: Press Release

PCMAV RC20 Update Build2

Sumber & Info Lengkap : PC Media

Seperti biasa, PC Media kembali merilis Update Build2 terbaru untuk PCMAV 1.0 RC20. Pada rilis kali ini, terdapat penambahan sebanyak 6 signature virus baru. Bagi Anda yang menggunakan PCMAV RC20 diharapkan untuk segera melakukan update.

Untuk mendapatkan dan menggunakan update PCMAV kali ini, Anda cukup menjalankan PCMAV RC20, tentunya dalam keadaan aktif terhubung ke internet (non-proxy). Fitur GetUpdates dari PCMAV secara otomatis akan memberikan alamat internet yang aktif di mana Anda bisa men-download file update tersebut. Letakkan file hasil download tersebut (RC20.VDB) ke dalam folder di mana PCMAV RC20 berada. Bila sebelumnya telah ada file update yang lama, Anda cukup meng-overwrite (menimpa) dengan yang baru ini.

Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan file update secara langsung, Anda bisa men-download file tersebut melalui beberapa alamat ini: DivShare.com, GigeUpload.com (mirror), atau IndoUpload.net (mirror).

Kamis, September 27, 2007

Microsoft memulai pengujian Vista SP1

Sumber & Info Lengkap : CHIP

Image25 September 2007, Microsoft secara resmi membagi-bagikan versi beta Service Pack 1 (SP1) Windows Vista kepada sekitar 12.000 penguji. Ini sesuai janji Microsoft pada bulan Agustus yang mengatakan akan memulai pengujian internal service pack ini dalam beberapa minggu kedepan. Sebelumnya Microsoft telah membagikan update ini ke beberapa penguji internal - yang ternyata beredar di jaringan P2P .

Service Pack 1 beta ini mengusung kumpulan perbaikan bug, peningkatan performa dan kompabilitas. Update pertama Vista ini juga akan terdapat penambahan fungsi enkripsi untuk multiple hard disk untuk digunakan di feature Bitlocker. Sumber Microsoft menyebutkan SP1 Vista ini tidak akan terdapat penambahan feature baru, Microsoft lebih berkonsentrasi membuat Windows Vista lebih cepat dan kompatibel dengan banyak hardware.

Windows Server 2008

Berbicara produk Microsoft lainnya yaitu Windows Server 2008, sumber Microsoft mengatakan mereka telah hampir menyelesaikan "release candidate" produk server ini. Versi "RC0" ini akan segera tersedia dan dapat didownload di website Microsoft dalam waktu 24 jam ke depan.

Sebagai info, Microsoft telah menunda (lagi) peluncuran Windows Server 2008 sampai tahun depan, kapan waktu pastinya belum dikonfirmasi kembali oleh Microsoft.

Source: berbagai sumber
Author: Reza Wahyudi

Minggu, September 23, 2007

PCMAV RC20 Update Build1

Info : Virus Indonesia


PC Media kembali merilis update terbaru untuk PC Media Antivirus RC20 yakni Update Build1. Bagi Anda pengguna PCMAV RC20 dapat meng-update database signature agar PCMAV dapat lebih banyak mengenali virus-virus baru yang banyak beredar dan banyak dikeluhkan oleh pengguna komputer di Indonesia. Pada update kali ini, terdapat tambahan 4 signature virus baru.

Seperti sebelum-sebelumnya, untuk mendapatkan dan menggunakan update PCMAV kali ini, Anda cukup menjalankan PCMAV RC20, tentunya dalam keadaan aktif terhubung ke internet (non-proxy). Fitur GetUpdates dari PCMAV nanti akan memberikan alamat internet tempat Anda men-download file update tersebut. Dan Anda tinggal menempatkan file hasil download tersebut (RC20.VDB) ke dalam folder di mana PCMAV RC20 berada.

Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan file update secara langsung, Anda bisa men-download file tersebut melalui beberapa alamat ini: DivShare.com, GudangUpload.com (mirror), atau IndoUpload.com (mirror).

Kamis, September 20, 2007

PCMAV 1.0 RC20

Majalah PC Media terbaru kembali terbit. Di edisi 10/2007 ini, PCMAV RC20 juga secara resmi dirilis ke publik. Kali ini, PCMAV berhasil mengenali 1121 virus yang banyak beredar di Indonesia. Selain penambahan pada database signature virus, PCMAV juga dilengkapi dengan engine scan dan cleaner khusus, agar dapat mengatasi virus komputer yang banyak dilaporkan oleh pembaca seperti contohnya virus Gen.VBWG-Intan yang ditengarai merupakan virus hasil generate sebuah Virus Generator buatan lokal yang dapat menginfeksi file dokumen Microsoft Word.

Dengan adanya RC20 ini, maka dukungan online update untuk RC19 telah dihentikan.

Download by maseko's weblog :

DivShare

Indowebster.com

Rapidshare

Info Lengkap : Virus Indonesia

Jumat, September 14, 2007

Membuat Blog menggunakan Blogger

Info : Ilmu Komputer

Akhir-akhir ini blog memang menjadi trend baru dalam dunia maya. Apa itu Blog ..? Blog merupakan situs yang bersifat pribadi yang bentuknya seperti jurnal. Kenapa blog menjadi populer..???? isi dari blog yang bersifat pribadi membuat para blogger bisa bebas mengekspresikan dirinya. Dalam perkembangannya blog tidak hanya menjadi buku harian atau curhatan dari blogger, tapi juga sekarang bisa menjadi lahan bisnis. Dari hari ke hari jumlah para blogger semakin meningkat. Ditunjang dengan semakin banyaknya layanan blog gratis diinternet.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF): dewayudhi-blogwithblogger

Membuat Virus dalam Sekejap

Info & info lengkap : PC Media

Masih ingat dengan virus Aksika? Virus “open source” yang satu itu memang memiliki banyak sekali varian. Tidak heran karena source code-nya memang disedia kan bebas di Internet, jadi siapapun dapat dengan mudah mengubah dan meng-compile source code-nya dan jadilah varian baru.

Berawal dari kemudahan itulah, banyak virus maker ataupun programer pemula mencoba–coba untuk membuat virus tanpa perlu repot. Paling yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan seputar operating system dan programming.

Namun kemudahan itu belum seberapa, bila dibandingkan dengan menggunakan program Virus Generator. Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira kegunaan dari program tersebut. Ya, Virus Generator merupakan program untuk dapat membuat virus secara mudah dan instan.

Bermula dari sampel sebuah virus yang lumayan banyak dikirimkan oleh pembaca kepada kami. PC Media Antivirus mengenalnya dengan nama Gen.FFE-Fajar, namun antivirus lain ada juga yang menyebutnya dengan nama Brontok.D. Dengan penyelidikan sederhana akhirnya diketahui bahwa virus tersebut dibuat menggunakan Virus Generator.

Fast Firus Engine (FFE) - DOWNLOAD
Pembuat Generator tersebut menamakan program buatannya itu dengan nama Fast Firus Engine. Seperti yang terlihat pada program ataupun situs pembuatnya, ia memberitahukan bahwa program ini hanya untuk tujuan pembelajaran dan tidak untuk tindakan merusak. Namun tetap saja, bila program ini sudah jatuh ke tangan yang salah, pasti akan digunakan untuk pengrusakan.

Virus Generator ini dibuat menggunakan bahasa Visual Basic dan di-compress menggunakan packer tELock. Dalam paketnya terdapat dua buah file, yakni Fast Firus Engine.exe dan data.ex_. Fast Firus Engine. exe merupakan program utama dalam pembuatan virusnya dan sementara file data.ex_ sebenarnya merupakan badan virus asli yang belum dimodifi kasi.

Saat file Fast Firus Engine.exe dijalankan, maka pengguna akan dihadapkan pada sebuah interface. Anda hanya disuruh mengisikan nama virus, nama pembuat, dan pesan-pesannya. Lalu dengan menekan tombol Generate, maka jadilah virus Anda.

Cara kerja dari Generator tersebut sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya menambahkan data yang Anda masukkan tadi ke bagian akhir file virus asli (data.ex_). Nantinya informasi tersebut digunakan oleh virus dalam proses infeksi.

Bagaimana Virus Menginfeksi?
Virus hasil ciptaan FFE memang terlihat sederhana. Sama seperti Generatornya, ia juga dibuat menggunakan bahasa Visual Basic yang di-compile dengan metode Native- Code. Lalu di compress menggunakan tELock agar ukurannya semakin kecil. Virus ini memiliki ukuran tubuh asli sebesar 55.296 bytes.

Saat virus kali pertama dieksekusi, ia akan membuat beberapa file induk di beberapa lokasi. Seperti di direktori \%WINDOWS%\, akan terdapat file dengan nama.exe, Win32 exe, activex.exe, dan %virusname% (nama virus sesuai yang diisikan oleh sang pembuatnya pada Generator). Di \%WINDOWS%\ %system32%\ akan terdapat file copy.pif, _default.pif, dan surif.bin. Selain itu, ia juga mengubah atau membuat file Oeminfo.ini yang merupakan bagian dari System Properties. Jadi apabila komputer Anda terinfeksi oleh virus hasil generate dari FFE, maka pada System Properties akan terdapat tulisan “Generated by Fast Firus Engine”.

Di direktori \%WINDOWS%\%System%\ akan terdapat beberapa file induk lagi yang menggunakan nama yang sama seperti file system milik Windows, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass.exe, smss.exe, svchost. exe, dan winlogon.exe.

Dan tak lupa, pada root drive pun akan terdapat file dengan nama “baca euy.txt” yang berisikan pesan–pesan dari si pembuat virus. Jadi pada saat membuat virus dengan menggunakan Generator tersebut, maka pembuatnya akan disuguhkan beberapa kotak input, seperti Author of the virus, Name of the virus, dan Messages. Nah, isi dari kotak messages ini yang nantinya ditampilkan pada file “baca euy.txt” tersebut.

Setelah virus berhasil meng-copy-kan file induknya ke dalam sistem tersebut, ia akan menjalankan file induk tadi, sehingga pada memory akan terdapat beberapa process virus, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass. exe, smss.exe, svchost.exe, dan winlogon.exe. Nama process yang mirip dengan process/services milik Windows tersebut mungkin sengaja untuk mengecoh user. Untuk membedakannya, Anda dapat melihat path atau lokasi process tersebut dijalankan. Process virus ini biasanya berjalan di direktori System sementara process/services milik Windows yang running biasanya berasal dari direktori System32.

Mengubah Registry
Virus ini menambahkan beberapa item startup pada registry agar pada saat memulai Windows ia dapat running secara otomatis atau untuk mengubah setting-an Windows agar sesuai keinginannya. Informasi mengenai registry yang diubahnya tidak akan dapat dengan mudah kita lihat karena dalam kondisi terenkripsi.

Yang ia ubah adalah seperti nilai dari item Userinit, yakni dengan menambahkan parameter ke file induk. Pada key HKEY_CURRENT_ USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows\Load juga akan diubah itemnya agar mengarah ke file induknya dengan nama Activex.exe. Pada HKEY_CURRENT_USER \Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru dengan nama present. Key HKEY_ LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru juga dengan nama Default dan %username%, username di sini merupakan nama user yang sedang aktif saat itu.

Virus hasil generate dari FFE juga mengubah shell extension untuk file .exe, yakni dengan mengubah type information dari Application menjadi File Folder. Setting-an folder Options juga diubah agar tidak menampilkan extension dan setiap fi le dengan attribut hidden. Dan agar dapat aktif pada safe-mode, ia pun mengubah nilai dari item SafeBoot.

Dengan menggunakan bantuan registry Image File Execution Options, virus ini juga menambahkan item baru pada section tersebut dengan nama cmd.exe, msconfi g.exe, regedit.exe, dan taskmgr.exe. Maksudnya adalah agar setiap user yang mengakses program dengan nama file seperti itu, maka akan di-bypass oleh Windows dan dialihkan ke file induk si virus.

Bagaimana Virus Menyebar?
Virus ini dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk. Saat Anda mencolokkan flash disk pada komputer yang terinfeksi, maka pada flash disk tersebut akan terdapat beberapa file baru, seperti explorer.exe, %virusname%.exe, dan msvbvm60.dll. Juga beberapa file pendukung seperti desktop.ini, autorun.inf agar ia dapat running otomatis pada saat mengakses flash disk tersebut.

File virus lainnya pun disimpan pada direktori baru di flash disk tersebut dengan nama Recycled yang berisikan file Firus.pif dan Folder.htt. Kesemua file virus tersebut dalam kondisi hidden sehingga tidak terlihat.

Virus Beraksi
Untuk dapat bertahan hidup, virus ini pun akan mencoba untuk memblok setiap program yang tidak ia inginkan seperti tools atau program antivirus termasuk PCMAV. Sama seperti halnya data registry yang diubah, data mengenai program apa saja yang diblok olehnya juga terdapat dalam tubuhnya dalam kondisi terenkripsi.

Jadi, saat virus sudah stay di memory, ia akan memonitor setiap program yang diakses oleh user, yakni dengan membaca nama file dan juga caption Window. Beberapa nama file antivirus yang dicoba untuk dibloknya adalah nav.exe, avgcc.exe, njeeves.exe, ccapps.exe, ccapp.exe, kav.exe, nvcoas.exe, avp32.exe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Termasuk beberapa program setup atau installer juga tidak dapat dijalankan pada komputer terinfeksi.

Arief Prabowo

Chord List